Tek-Tok

tektok adalah sebuah istilah yang terkenal di kalangan petugas imigrasi di bandara soekarno hatta (dan ngurahrai) untuk petugas IOB yang pergi melaksanakan tugas Immigration On Board (IOB) dan pulang keesokan harinya tanpa berisitrahat layaknya tugas IOB seperti biasanya. misalnya gue berangkat ke Narita tanggal 21, kan seharusnya pulang tanggal 23, tapi karena tektok, jadinya pulang tanggal 22. Ga nginep. baru nyampe di tempat tujuan langsung pulang lagi ke Indonesia.

penyebab utama terjadinya tektok ini adalah karena petugas yang seharusnya berangkat itu tidak jadi berangkat, sehingga yang berangkat hanya satu orang. karena untuk melaksanakan IOB sepesawat itu lumayan berat dan takutnya waktunya tidak cukup, maka dipanggillah bala bantuan dari jakarta untuk melaksanakan tugas IOB tersebut. Berhubung tugas Tektok ini cukup melelahkan, tidak banyak petugas-petugas yang mau melaksanakan IOB dengan cara tektok ini. kebanyakan pengennya jalan-jalan dulu atau minimal istirahat. hanya segelintir orang yang mau. Di kala jumlah penumpang lagi banyak-banyaknya, petugas-petugas spesialis tektok ini sebetulnya sangat membantu. cuma sayang sekarang berhubung jumlah IOB dibatasi, petugas-petugas yang biasa tektok ini mulai sulit untuk membantu teman-temannya yang berangkat sendirian.

gue bukan yang termasuk doyan, tapi kalo terpaksa ya hayu-hayu ajah. yaaa gue pada prinsipnya kalo bisa jalan-jalan dulu keliling kota yang gue datengin. Tapi prinsip ini pada akhirnya runtuh juga karena situasi. beberapa waktu lalu situasinya memaksa gue dan rekan untuk tektok, sehingga akhirnya ngerasain juga tektok. setelah gue jalanin, ternyata asik-asik aja. maksud gue, berhubung gue juga hampir ga pernah istirahat setelah sampe (alias langsung ngabur alias jalan) jadi sebetulnya ga terlalu masalah. capek sih capek, cuma menurut gue sama lah ya capeknya sama kayak gue langsung jalan. malah lebih capek langsung jalan walau biasanya kalo kota-kota macam seoul dan narita gue punya kesempatan untuk istirahat selama perjalanan karena jarak yang cukup jauh antara hotel dan kota. Cuma ya itu….gue jadi gak bsia jalan-jalan.

tapi ada sisi positifnya juga, duit yang keluar cuma dikit karena barang-barang yang dibeli hanya terbatas di bandara. kayak kemaren ke tektok ke sydney, yang gue beli cuma beberapa coklat dan magnet kulkas yang kalo dikalkulasiin cuma AUD 30. Dibanding kalo gue jalan minimal abis $80 karena sisa $100 pasti gue simpen.
Tapi buat gue sih, kalo bisa mah gak tektok ya. apalagi kalo ke jepang. walau hari ini hampir gue meruntuhkan prinsip gue yang lain dengan melaksanakan tektok ke jepang. walau untung gak jadi. kalo jepang mah, kalo bisa jangans ampe tektok. gue masih pengen menikmati setiap detik waktu gue di kota tokyo 🙂

Advertisements
This entry was posted in work and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s