Kisah di Ujung Semenanjung : Buyar (3)

Jadi ceritanya sampai lah rombongan di Pelabuhan Stulang Laut yang merupakan salah satu pelabuhan utama di Johor. Yaaa sebagai insan imigrasi, walaupun dinegara tetangga tetep aja mendapatkan kemudahan-kemudahan terutama dari imigresen malaysia. maklum profesinya sama hehehe. tetapi selain itu memang pada dasarnya KJRI Johor Bahru mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Imigresen di Stulang Laut.

selesai urusan imigresen, rombongan dibawa menuju ke tempat makan, (maklum….muka-muka kelaperan) dan langsung mencari nomor prabayar lokal baru setelah itu dilanjutkan ke tempat kita menginap yaitu sebuah rumah yang menurut gue sangat besar dan langsung tau kenapa disewain rumah sedemikian besar. Saat itu baru diketahui bahwa rombongan kami bukan lah satu-satunya rombongan yang dikirim, sebelumnya telah ada beberapa rombongan yang kalo ditotal jumlahnya sekitar 25 orang.rumah. rumah yang terdiri dari 5 kamar pun jadi terasa kecil karena diisi oleh 25 orang -__-!!

Image

skalian narsis dikit gpp lah ya

selesai bongkar-bongkar isi koper, kami diajak untuk ikut briefing di sebuah hotel dengan peserta seluruh pegawai di lingkungan KJRI. Briefing ini bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi hari puncak Pemutihan TKI atau juga yang dikenal sebagai program 6P (Pendaftaran, Pemutihan, Pengampunan, Pemantauan, Penguatkuasaan dan Pengusiran). Pada intinya program 6P ini adalah sebuah program dari pemerintah Malaysia untuk memberikan amnesti dan pemutihan terhadap status ilegal dari tenaga-tenaga kerja asing ilegal di wilayah mereka. amnesti ini diberikan dalam bentuk pemberian surat PATI (Pendatang Asing Tanpa Izin) dan kemudian memberikan kesempatan pada tki-tki ini untuk mencari majikan baru atau keluar dari Malaysia tanpa penalti atau hukuman dalam jangka waktu tertentu.

KJRI sebagai salah satu tempat pengeluaran paspor bertugas memfasilitasi TKI ilegal yang tidak memiliki paspor untuk mendapatkan paspor sehingga mereka dapat mengajukan visa kerja secara resmi. selain paspor KJRI juga mengeluarkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) bagi TKI ilegal yang memilih untuk pulang ke Indonesia.

kembali ke soal hari puncak pemutihan, jadi berdasarkan berita dari media massa setempat, 1 hari setelah kedatangan rombongan gue ini adalah hari puncak. ketika briefing pun rombonga gue juga belom dapet bayangan mo ngapain, kerjanya apaan danlainlain. 

hari pertama kerjapun tiba. pada hari itu kami diperkenalkan dengan staf-staf dan pejabat-pejabat di KJRI dan sedikit briefing tentang pekerjaan yang akan kami lakukan dan diberikan isntruksi untuk liat-liat dan kalau bsia langsung nimbrung kerja. Kaget adalah hal pertama yang dirasakan ketika melihat situasi dan pekerjaan yang akan kami lakukan. TKI membludak di ruang tunggu dalam gedung, di ruang antrian danlapangan tempat pembagian paspor. jam kerja pun ternyata cukup brutal. hari pertama kerja dari jam 9 pagi sampe jam 5 pagi. ampun….

tak hanya jam kerja, hari kerja pun ternyata tidak normal. sabtu minggu juga harus kerja mengerjakan berkas-berkas yang belum terselesaikan. alhasil impian menjelajah semenanjung Malaysia pun hilang seketika. yaa emang sih bayarannya cukup menggiurkan, tapi kalo jam kerjanya brutal begini sih….gempor juga.

 

 

 

Advertisements
Posted in Travelling, work | Tagged , , | Leave a comment

Immigration On Board

Ga pernah kebayang sebelumnya kalo pekerjaan yang gue pilih ini ternyata membawa gue mewujudkan mimpi yang selama ini gue idam-idam kan yaitu menginjakkan kaki di negeri sakura. sebagai seorang yang menyukai anime, komik dan hal-hal berbau jepang, dateng ke jepang itu merupakan impian. ketika pertama kali kerja, yang ada didalem pikiran gue adalah nabung biar bisa ke jepang. Namun Sebagai seorang pegawai negeri, tentu impian ini saat itu terasa berat sekali. sampai suatu ketika terbuka kesempatan untuk mengikutan pendidikan Pejabat Imigrasi dan lulus dengan sempurna. 

pendidikan pejabat imigrasi ini dikenal sebagai Pendidikan Teknis Keimigrasian (PTK), dimana pegawai atau staf biasa dibekali kemampuan teknis keimigrasian sehingga menguasai teknis keimigrasian dilapangan dan siap untuk ditempatkan di beberapa Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) seperti bandara, pelabuhan, pos perbatasan darat dan kantor-kantor imigrasi yang memerlukan Pejabat Imigrasi. 

ketika lulus PTK, oleh Direktorat Jenderal Imigrasi gue diberikan mandat untuk bertugas di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. sebuah tugas yang termasuk berat karena Soekarno Hatta atau dikenal sebagai Soetta terkenal dengan jam dan beban kerja yang bisa dibilang gila-gilaan. Namun, bagi Petugas Imigrasi yang ditempatkan disini bisa dibilang mendapatkan “bonus” berupa “jalan-jalan gratis” ke luar negeri berkat pelayanan keimigrasian yang disebut sebagai Immigration on Board. 

Immigration On board adalah sebuah kerja sama ekslusif antara Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi/Ditjenim), Garuda Indonesia dan BRI. Immigration On Board (IOB) adalah sebuah pelayanan keimigrasian yang dilakukan oleh 2 orang petugas Imigrasi di atas pesawat, dimana proses keimigrasian diselesaikan didalam pesawat ketika pesawat tersebut terbang menuju bandara Soetta..Pelayanan IOB ini pun hanya dilakukan diatas pesawat Garuda Indonesia dan pada rute-rute tertentu seperti Incheon (Korsel) – Jakarta, Narita (Jepang) – Jakarta, Sydney (Aussie) – Jakarta. tidak hanya Soetta yang memiliki pelayanan IOB ini, tetapi juga Bandara Ngurah Rai di bali yang memiliki rute Osaka (Jepang) – Bali, Narita – Bali dan Sydney – Bali. Sebelumnya Soetta juga memiliki 1 lagi rute tambahan yaitu Amsterdam – Jakarta, namun karena satu dan lain hal, IOB di rute tersebut ditiadakan. oh iya, Petugas Imigrasi yang ditugaskan untuk melaksanakan IOB ini hanya Petugas Imigrasi yang memiliki gelar Pejabat Imigrasi saja.

Kenapa disebut “jalan-jalan gratis”, karena pada dasarnya petugas yang mendapat tugas IOB harus ikut serta menuju negara tujuan. jadi teknisnya itu adalah misalnya pesawat berangkat menuju Narita. petugas ikut serta ketika pesawat menuju narita sebagai penumpang biasa, sampai di Narita, petugas imigrasi istirahat di hotel yang telah disediakan dan keesokan harinya kembali ke jakarta dan melaksanakan tugas IOB ketika pesawat berada di kurang lebih diatas wilayah Filipina. Nah, waktu tiba di Narita itu sekitar pukul 8 pagi sehingga ada waktu untuk jalan-jalan sampai keesokan harinya kembali ke jakarta pukul 11 siang.

sayangnya Narita berada diluar kota Tokyo, sehingga butuh waktu yang lumayan lama untuk mencapai kota tokyo. menggunakan kereta biasa yang terjangkau isi dompet,  memakan waktu sekitar 1.5 jam. sementara kereta ekspres sekitar 1 jam. Ada sih kereta yang cepet, misalnya NEX yang hanya 40 menit sampai Stasiun Shibuya atau Shinkansen yang mungkin hanya sekitar 20-25 menit tapi harganya bikin males sementara budget agak2 terbatas berhubung uang saku dari tugas IOB juga terbatas. 

tapi walaupun memakan waktu dan dana yang tidak sedikit, tentu tidak mematahkan semangat gue buat menjelajah kota Tokyo yang sudah lama menjadi impian gue. jadi uang saku yang diberikan suka tidak  bersisa atau minimal tersisa sedikit. mau gimana lagi? IOB ini buat gue adalah ajang jalan-jalan gratis, sehingga pikiran untuk nabung ga ada sama sekali hehehehe. 

 

Posted in Travelling, work | Tagged | Leave a comment

Kisah di Ujung Semenanjung : On The Way (2)

ketika mendapat tugas ke Johor Bahru (JB), yang ada dalam pikiran gue saat itu adalah bisa puas-puasin jalan-jalan keliling semenanjung Malaysia. harapan ini tentu muncul karena dalam surat penugasan gue, tertulis jangka waktu penugasan adalah 1 bulan. cukup lama kan? kebayang tiap weekend bisa jalan2 ke minimal 1 kota macam melaka, ipoh, perak, penang, kuala lumpur dll hehehe.

Selesai di Briefing sama pak Kabag Kepegawaian, gw dan beberapa temen kasak kusuk nyari tiket pesawat ke Batam untuk 4 orang. sebetulnya yang berangkat 6 orang, tp 2 orang lagi diambil dari kantor Imigrasi disekitar Kepulauan Riau. nantinya kita bakalan ngumpul di Batam lalu melanjutkan ke JB via laut.

Malemnya setelah selesai beberes gue segera browsing-browsing tentang kota Johor, kota-kota lain disekitarnya dan kota-kota di semenanjung Malaysia. tapi tetep fokusnya ke JB. Dari hasil browsing gue menemukan bahwa kota yang berada diperbatasan Malaysia dan Singapura ini miskin tempat wisata. ga banyak tempat wisata ditempat ini. dari hasil ngubek-ngubek website Lonely Planet pun ternyata menunjukan hal yang kurang lebih sama. ada sih beberapa.

Siang keesokan harinya gue capcus ke Bandara Soekarno Hatta untuk berangkat menuju Batam karena untuk menuju JB dapat ditempuh melalaui jalur laut dari Batam Center. keberangkatan ini pun bukan tanpa masalah, biang keladinya tidak lain adalah maskapai penerbangan yang saat itu kita gunakan untuk menuju batam. Sesampainya di Batam koper salah seorang teman ntah gimana ceritanya nyasar ke Balipapan. bangke. Akibatnya perjalanan ke JB tertunda selama 1 hari. untungnya kita  diberi penginapan gratis dari kantor di mes milik Kanwil Kemenkumham yang letaknya ntah dimana 😀

malemnya temen yang Kopernya nyasar ke Balikpapan pun mulai panik, takut-takut kopernya ga balik maksa ngajak belanja buat beli beberapa barang2 perlengkapan buat di JB. akhirnya kita memutuskan untuk jalan ke daerah pertokoan Nagoya untuk belanja dan makan malem. ternyata kota batam ini cukup seru dan aneh. banyak taksi gelapnya. selesai makan kita dapet kalo itu koper bakalan dikirim lagi dari balikpapan dan bisa diambil besok paginya. sialnya temen yang kopernya nyasar udah keburu belanja banyak buat perlengkapan di JB. Lol.

besok paginya kita berangkat ke Batam Center. sebagai orang-orang yang bekerja di instansi yang salah satu kerjaannya ngecapin paspor, tentu urusan penge-cap-an ini menjadi sangat mudah karena di Batam Center isinya temen semua. kita-kita yang dari jakarta ini pokoknya cuma disuruh nunggu di lounge sambil nunggu kapal. pokokknya ditanggung beres. dan ternyata betul, semua beres. tinggal naek kapal hehehe

Posted in Travelling, work | Tagged , , | Leave a comment

Kisah Di Ujung Semenanjung : Awal (1)

Johor Bahru, selama hidup 27 tahun blom pernah denger ada kota dengan nama Johor Bahru. Beneran. Johor bahru atau kita singkat saja JB adalah sebuah kota yang menjadi ibukota negara bagian Johor di Malaysia. Tapi ternyata dalam perjalanannya, kota ini malah menjadi bagian dari sejarah hidup gue.

Kadang-kadang tanpa diduga, sebuah perjalanan itu dimulai dari sesuatu yang insidental dan luar biasa. kenapa insidental, karena memang terjadi secara tiba-tiba. Kenapa luar biasa, karena karena terjadi untuk pertama kalinya (buat gue), tempat yang tidak biasa dan jangka waktu yang juga tidak biasa (sekali). yang gue bicarain kali ini adalah kisah sebuah perjalanan dinas.

Sejak pertama kali bekerja di instansi bernama imigrasi ini di tahun 2010, gue belom pernah dapet/ikutan yang namanya perjalanan dinas. pernah sekali hampir ikutan tapi apaboleh dikata digagalkan oleh sebuah peraturan dimana CPNS dilarang ikutan perjalanan dinas. kesempatan di tahun 2011 pun benar-benar tertutup karena gue ikutan Pendidikan Teknis Keimigrasian yang makan waktu 4 bulan lebih (juli-desember). padahal udah kepengen banget tuh, walau memang niat utamanya jalan-jalan sih.

Tahun 2012 pun datang. Pas bulan desember 2011 gue cuma bikin beberapa resolusi yang cukup simpel. salah satunya adalah bahwa ditahun 2012 gw harus bisa travelling ke minimal 3 negara. yang ternyata doa gue langsung dijawab.

Pada sebuah pagi di minggu pertama januari, ruangan pak dirjen sudah rame karena lagi ada rapat internal. ntah ngomongin apa. gue dateng dan langsung ngeberesin surat-surat untuk dan dari beliau. ya, saat itu gw bekerja sebagai salah satu sekretaris dirjen imigrasi. pagi itu gue tiba2 dipanggil kepala bagian kepegawaian, disuruh dateng ke ruangannya. sampe diruangan beliau ternyata sudah ada beberapa orang teman seangkatan di pendidikan teknis yang sudah menunggu disitu. Pertanyaan pertama yang diajukan beliau adalah punya paspor atau tidak, kemudian dimana rumah kami. setelah itu baru jelas kenapa kami dipanggil. rupanya kami disuruh bersiap-siap untuk berangkat keesokan harinya ke sebuah kota di negara tetangga yang bernama kota Johor Bahru.

“hah….johor? besok…..!!??!?”

saat itu perasaan kaget, bingung campur seneng jadi satu. kaget karena memang mengagetkan, bingung karena mikir gimana packingnnya, tiketnya, akomodasinya dan lain2nya, seneng……karena tentu bisa memuaskan hasrat jalan-jalan dinegeri orang. lebih lagi salah satu resolusi tahun ini tercapai dalam jangka waktu relatif singkat.

tujuannya saat itu adalah membantu tugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia di JB melaksanakan tugas pmeutihan TKI di wilayah kerja KJRI JB. jadi ceritanya tiap beberapa tahun sekali, pemerintah Malaysia memberikan amnesti dan melegalkan para TKI Ilegal di yang berada di Malaysia. dibikin legal dengan cara didata, diberikan surat pengampunan dan meminta pemerintah Indonesia melalui kedutaan dan konsulatnya untuk membuatkan mereka paspor supaya mereka dapat memperoleh ijin kerja yang resmi.

penugasannya saat itu sebulan, lansung kebayang rencana-rencana perjalanan ke singapura, melaka, kuala lumpur dan daerah-daerah lain di semenanjung Malaysia. Tapi kenyataannya rencana tinggallah rencana karena ternyata kerjaannya sangat-sangat menyita waktu. huh.

Posted in Travelling, work | Tagged , , | Leave a comment

Judul Blog..

setelah dipikir-pikir, akhirnya memutuskan untuk menggunakan judul :

Sebuah Catatan Perjalanan.

ya, sebuah catatan perjalanan. karena pada dasarnya pemilik blog ini adalah orang yang doyan jalan2, yang berarti -mungkin- sebagian besar isi blog ini adalah tulisan mengenai perjalanan baik antar negara sampai antar RT/RW….

Tapi Perjalanan juga bisa berarti perjalanan hidup. mungkin bisa berisi sesuatu yang berhubungan dengan hobi atau hal2 yang bersifat sepele dan random.

sekian dan terima kasih.

Posted in Random | Tagged | Leave a comment

Prakata

Hai,

sudah cukup lama gw ga ngeblog. dulu punya di Multiply. tapi seiring berjalannya waktu dan kesibukan baik di dunia kerja dan dunia hobi, blog tersebut terbengkalai. cuma sesekali ditengok dan yah….update dikit.

sejak beberapa hari terakhir mulai kepikiran buat ngeblog lagi. mungkin karena akhir2 ini banyak waktu kosong dan ide2 di kepala yang sudah saatnya dituangkan dalam bentuk tulisan.

semoga minat menulis kali ini bukan tren sesaat. amin.

Posted in Random | Tagged | Leave a comment